Jangan Cuma ke Mall, Naik Gunung Saja! Ini Manfaat Mendaki yang Bikin Tubuh & Pikiran Langsung Bugar

Mungkin bagi sebagian besar orang mendaki gunung adalah sesuatu kegiatan yang melelahkan dan lebih kepada membuang waktu saja. Padahal itu semua bisa terbantahkan saat orang tersebut sudah melakukannya. Jadi yang belum pernah mendaki sebaiknya simak artikel ini sampai selesai agar tidak sampai gagal paham.

Yapss, mendaki gunung (hiking) bisa dikatan suatu aktivitas petualangan seru, tetapi bisa juga menjadi salah satu cara paling efektif dan murah untuk menyehatkan tubuh serta merefresh pikiran. Apalagi yang kesehariannya bertemu dengan kesibukan hidup di kota seperti di Surabaya. Tidak sedikit yang setiap harinya memilirkan pekerjaan untuk memilih “kabur” ke gunung sebagai bentuk apresiasi untuk healing.

Berbagai penelitian dan pengalaman pendaki menunjukkan bahwa mendaki memberikan manfaat komprehensif, mulai dari memperkuat jantung hingga mengurangi stres berat.

manfaat mendaki gunung yang belum banyak orang tahu

Manfaat mendaki gunung itu setidaknya memiliki dua manfaat utama yakni manfaat untuk kesehatan fisik dan manfaat untuk kesehatan mental. Dari manfaat utama tadi, nantinya akan diperjelas lagi sehingga natinya lebih mudah dipahami.


MANFAAT UNTUK KESEHATAN FISIK

Secara tidak langsung mendaki gunung telah melibatkan beberapa gerakan kardio karena dari medan yang tidak rata, sehingga menjadi latihan tubuh yang sangat lengkap yang meliputi:

- Meningkatkan Kesehatan Jantung dan Paru-paru

Dari tanjakan ringan dan medan yang berat membuat jantung bekerja lebih optimal sehingga berdampak pada semakin kuatnya otot jantung dan menurunkan tekanan darah. Ketika jantung berkerja optimal maka kapasitas paru-paru juga akan ikut meningkat. Aktivitas ini berdampak pada pengurangan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe dua.

Sebuah studi pada tahun 2014 yang meneliti wanita obesitas lanjut usia saat rutin trekking selama 12 minggu ternyata dapat menurunkan berat badan dan tekanan darah sistolik secara signifikan, serta meningkatkan daya tahan otot. Harvard Health juga menyatakan bahwa hiking dengan tanjakan merupakan cara yang efektif meningkatkan kebugaran kardiovaskular.

- Memperkuat Otot, Tulang, dan Keseimbangan

Pada saat melakukan pendakian maka otot kaki, paha, betis, core body, serta punggung terlatih lebih intens. Karena bersifat weight-bearing, mendaki juga meningkatkan kepadatan tulang, membantu mencegah osteoporosis, dan melatih keseimbangan serta koordinasi tubuh. Hiking di medan tidak rata melatih lebih banyak otot dibanding jalan di permukaan datar.

- Membantu Mengontrol Berat Badan

Satu jam mendaki bisa membakar 400–600 kalori atau lebih, tergantung medan dan beban tas. Kombinasi kardio dan latihan kekuatan ini meningkatkan metabolisme tubuh secara alami. Studi menunjukkan hiking efektif untuk pengelolaan berat badan dan stabilisasi kolesterol.

- Meningkatkan Daya Tahan dan Stamina Tubuh

Medan yang beragam saat mendaki gunung seperti (batu, akar, pasir, tanjakan) melatih daya tahan otot dan sistem pernapasan, sehingga tubuh lebih kuat menghadapi aktivitas sehari-hari. Selain itu untuk hiking di ketinggian sedang juga dianggap aman dan bermanfaat bagi orang dengan sindrom metabolik.


MANFAAT UNTUK KESEHATAN MENTAL

Manfaat kedua saat melakukan kegiatan mendaki adalah timbulnya rasa dan pikiran lebih powerful daripada olahraga biasa. Beberapa diantaranya karena menghirup udara segar, melihat alam terbuka, dan rasa pencapaian pada saat mencapai puncak gunung. Dan ini beberapa uraian mengenai manfaat mendaki untuk kesehatan mental.

- Mendaki Gunung Mengurangi Stres dan Kecemasan Secara Alami

Berada di alam terbukti menurunkan kadar kortisol (hormon stres). Studi berasal dari University of Michigan (2019) yang menemukan bahwa pengalaman alam selama 20–30 menit menghasilkan penurunan kortisol paling efisien (sekitar 21% per jam di luar penurunan alami harian). Meta-analisis lain juga menunjukkan penurunan signifikan pada kortisol saliva, tekanan darah, dan kecemasan setelah paparan alam.

- Mendaki Gunung Meningkatkan Mood dan Membantu Mengatasi Depresi

Aktivitas ketika tracking atau mendaki gunung akan memicu pelepasan endorfin, serotonin, dan dopamin — hormon kebahagiaan. Studi terkenal dari Stanford University (2015) yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences menemukan bahwa berjalan 90 menit di alam mengurangi aktivitas di area otak yang terkait dengan rumination (pikiran negatif berulang), sehingga menurunkan risiko depresi. Paparan sinar matahari juga meningkatkan produksi vitamin D yang berperan mengurangi gejala depresi.

- Mendaki Gunung Memperbaiki Kualitas Tidur dan Konsentrasi

Kelelahan fisik pada saat mendaki dan ditambah udara pegunungan membantu tidur lebih nyenyak. Mendaki juga melatih fokus, daya ingat, dan kemampuan memecahkan masalah.

- Mendaki Gunung Membangun Rasa Percaya Diri dan Ketahanan Mental

Ketika mencapai puncak gunung maka akan muncul bangga dan rasa pencapaian yang besar. Tantangan medan melatih ketahanan menghadapi kesulitan hidup, sementara pemandangan luas menciptakan efek yang dapat meningkatkan kebahagiaan dan mengurangi stres. Jika dilakukan bersama teman atau keluarga maka mendaki gunung juga akan berpengaruh terhadap hubungan sosial.


Kesimpulan

Jangan cuma ke mall untuk refreshing — naik gunung saja! Mendaki adalah investasi kesehatan holistik yang murah, menyenangkan, dan sangat powerful, didukung oleh banyak bukti ilmiah dari jurnal seperti Journal of Exercise Rehabilitation, Proceedings of the National Academy of Sciences, dan Frontiers in Psychology.

Tubuh jadi lebih bugar dan kuat, sementara pikiran lebih tenang, bahagia, dan resilien.

Bagi kamu yang tinggal di Surabaya atau Jawa Timur, Gunung Bromo, Arjuno-Welirang, atau Semeru bisa jadi pilihan awal yang mudah dijangkau untuk merasakan semua manfaat ini.

Sudah siap mencoba? Atau punya pengalaman mendaki yang membuatmu merasakan manfaatnya secara langsung? Ceritakan di kolom komentar!

Mulailah dengan langkah kecil nanti tubuh dan jiwamu akan berterima kasih.


Catatan Penting agar Manfaat Maksimal dan Aman

Meski aktifitas mendaki gunung sangat bermanfaat, tetap saja memiliki risiko seperti cedera, altitude sickness, atau hipotermia jika tidak dipersiapkan. Untuk itu mulailah dari gunung mudah bagi pemula, lakukan latihan fisik terlebih dahulu, selalu cek cuaca, bawa perlengkapan lengkap, dan mendaki bersama tim. Konsultasikan dengan dokter jika memiliki kondisi kesehatan kronis seperti masalah jantung atau paru-paru.

Terapkan juga prinsip Leave No Trace agar alam tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel